Senin, 22 April 2013

Tempat Yang Paling Menyenangkan Untuk Anak Kita



Hari Ahad pagi, saat itu matahari terlihat begitu cerah. Kami berangkat dari Jabung Kabupaten Malang menuju Dinoyo Kota Malang untuk mengikuti pengajian. Jabung adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang dekat dengan Kecamatan Pakis. Saya mengikuti pengajian yang diadakan PCNA Lowokwaru di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah, sedangkan suami dan anak perempuan saya berangkat ke Masjid An-Nur Jagalan Kota Malang. Alhamdulillah, setelah menikah, kami langsung dipercaya oleh Allah SWT untuk dititipi seorang anak perempuan. Saat saya hamil, ada seorang bapak yang tinggal di dekat kontrakan kami berpesan pada suami saya. Kalau anaknya lahir, anaknya dipegangin pensil dan buku saja, jangan mainan. Dan Hal itu kami aplikasikan pada anak kami.

Setelah pengajian usai, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada suami saya, “Anaknya tadi tidak rewel, Yah?” dan sumaiku menjawab, “waktu masuk masjid, ayah bilang ke anaknya, nak apa yang didengarkan di catat ya nak, dan anaknya pun langsung menulis, seolah-olah merangkum, apa yang disampaikan oleh sang penceramah”. Anak kami baru umur 2 tahun, namun ketika diajak pengajian dia seolah-olah mendengarkan penceramahnya dengan baik, walaupun yang ditulis adalah bulat-bulat, bukan tulisan huruf abjad.

Subhanallah Masya Allah, mudah-mudahan kami dianugerahi keturunan yang sholeh dan sholehah. Amien.
Ini adalah salah satu bukti, bahwa fitrah anak kecil ingin belajar. Kami membiasakan anak kami tidak melihat televise, dan dirumah hanya ada sebuah radio jelek, tapi manfaatnya begitu besar bagi kami, setiap hari kami bisa mendengar ceramah dari radio-radio Islam yang selalu menambah pengetahuan kami dan menenangkan hati kami.

Dan saya yakin, bahwa tidak hanya anak saya saja yang bisa begitu, namun anak kita semua pasti bisa seperti dia, tinggal bagaimana kita mau membiasakan sesuatu pada anak kita. Ketika kita selalu membiasakan anak kita dengan mainan, maka jangan disalahkan anak kita, jika ia lebih suka bermain daripada belajar. Ketika sejak kecil, kita tanamkan anak kita cinta ilmu salah satunya dengan selalu membiasakan mereka dengan Al-Qur'an dan buku-buku, maka Insya Allah, ia akan lebih suka belajar daripada bermain.

Ahad pagi berikutnya, saya dan suami berangkat bersama menuju Masjid An-Nur Jagalan untuk mengikuti pengajian disana. Namun, sayang sekali kami tidak membawa serta anak kami ke tempat yang mulia itu, karena anak kami diajak tetangga untuk ke rumah cucunya.
Ketika kami berada di perjalanan, saya melihat banyak orang yang membawa serta anaknya, sambil bergoncengan tiga sampai empat. Saya berpikir, apakah mereka menuju tempat rekreasi-rekreasi yang ada di Kota Malang ataukah menuju Mall-Mall untuk sekedar membahagiakan anak mereka dengan bermain disana sepuasnya. 

Saya pun berpikir lagi, tidakkah tempat yang paling menyenangkan dan membahagiakan di dunia adalah dengan mengajak anak kita menuju masjid-masjid yang ada pengajiannya. Di sana adalah tempat yang barakah karena mengantarkan anak kita bahagia, tidak sekedar bahagia dunia, namun bahagia sampai akhirat. Insya Allah. 

Hal ini adalah salah satu cara untuk membiasakan anak kita mencintai masjid dan ilmu pengetahuan. Di masjid-masjid inilah, kita mendapatkan ilmu agama yang mana dalam beragama kita harus berilmu, agar tidak tersesat.  Hikmah orang yang menuntut ilmu adalah Allah SWT akan meninggikan kita beberapa derajat. Seperti yang termaktub dalam surat Al-Mujadalah ayat 11

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Q.s. al-Mujadalah : 11)

KONTROVERSI KASUS DJ VERNI VS DENNY SUMARGO



“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” QS. Al Isra’ Ayat 32

Ketika diri kita mengaku beragama Islam, maka hal yang terpenting yang harus dilakukan sebagai muslim dan muslimah yang baik adalah menuntut ilmu agama, agar kita tidak tersesat di jalan yang mungkar. Dan sudah seyogyanya, kita melakukan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an secara benar. Agama Islam tidak pernah melarang umatnya untuk mempelajari Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Namun, saat ini banyak yang mengaku dirinya beragama Islam, tetapi tidak menjalankan perintah agama dengan baik. Salah satunya adalah perintah di dalam surat Al-Isra’ ayat 32 yang tercatat diatas tadi. Tidak ada satu pun ayat yang melarang kita berpacaran, namun kita bisa memaknainya kata-kata “Janganlah mendekati zina”, ini salah satunya dengan tidak berpacaran, memakai baju yang sesuai dengan syariah, masih banyak lagi makna yang terkandung dalam ayat ini, tergantung kita mau berfikir atau tidak. Segala sesuatu  yang mendekati zina tidak boleh didekati.

Ada yang mengatakan sambil bercanda, “Janganlah mendektai zina, kecuali kepepet”. Ketika kita menawar-nawar Al-Qur’an berarti kita menawar firman Allah SWT. Perintah Berjilbab, Berwudlu, Sholat, Puasa, zakat, naik haji, berbuat kebaikan dan dilarang bebuat keji. Semuanya ada dalam Al-Qur’an, ketika kita mau menjalankan perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an maka kita termasuk muslim dan muslimah yang patuh kepda Allah SWT.

Menurut pandangan Islam Kasus DJ Verny dan Denny S adalah salah satu perbuatan zina. Hal ini adalah salah satu perbuatan zina yang dilakukan oleh artis-artis kalangan atas dan sudah tidak mengedepankan norma agama dan norma social. Ketika perbuatan keji mereka diketahui oleh public, mereka mengatakan malu pada masyarakat luas, tetapi mereka tidak malu pada yang punya hidup yaitu Allah SWT.  Hukuman bagi seorang muslim dan muslimah yang melakukan zina adalah dirajam. Indonesia adalah Negara hukum yang tidak menerapkan rajam, maka banyak kalangan muda yang melakukan perbuatan zina yang diakhiri dengan menikah.

Padahal masih ada kehidupan akhirat yang akan menghukumi mereka secara tegas, seorang wanita yang dinikahkan dalam keadaan hamil, maka status pernikahannya tidak sah, apabila mereka melakukan hubungan suami-istri, maka status mereka masih berzina. Pernikahan ini bisa dikatakan sah, bila mereka mengulangi prosesi akad nikah, setelah melahirkan.
Kebanyakan artis mengedepankan kebahagiakan dunia, mereka melupakan kebahagiaan akhirat yang kekal. Agama hanya digunakan sebagai identitas, saya yakin pasti semua agama tidak mengajarkan umatnya untuk berzina.

Ketika manusia mengedepankan kehidupan dunia, maka Allah SWT akan mencerai beraikan urusannya. Ketika manusia mengedepankan kehidupan akhiratnya, maka akhirat di dapat dan dunia pun mengikuti. Banyaknya kasus perceraian di kalangan artis dan masyarakat umum, hal ini dikarenakan mereka kurangnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kurang bertawakal pada Allah SWT. Mengumbar aurat dengan berpakaian ketat, berulang kali pergi ke umrah ke Mekkah, tapi cara hidupnya masih belum mencerminkan bahwa dirinya adalah umat Islam. Kemungkinannya adalah merek berumrah, tapi jarang melakukan sholat lima waktu, padalah shalat adalah tiang agama. Tolak ukur ke Islaman seseorang adalah sholat ataukah tidakkah ia selama lima waktu.

Ketika bulan Ramadhan datang, dengan aktivitas yang padat. Ada yang berdalih, saya mebahagiakan para pemirsa, biapun tidak berpuasa, saya tetap berpahala karena membahagiakan pemirsa. Hal ini menandakan bahwa mereka menawar-nawar perintah Allah SWT. Gaya pacaran yang begitu heboh, berpegangan tangan, berciuman, padahal Islam sudah tegas “Janganlah mendekati zina”, namun mereka mempermainkan Firman Allah SWT dalam QS Al-Isra’ ayat 32. Secara nyata, mereka mengkampanyekan perbuatan zina secara masal kepada masyarakat luas, bahwa pacaran adalah halal menurut mereka. Maka tidak salah, banyak anak yang masih berusia SD sudah pacaran, dan ada kasus anak SD naik tower, karena ditolak cintanya.

Seorang muslim dikatakan Islam adalah mereka yang menjalankan perintah-perintah Allah SWT dengan baik, ketika mereka mengaku Islam tapi tidak menjalankan perintah-perintah Allah SWT, maka mereka masuk dalam kategori kafir. Bukan berarti saya gampang mengkafir-kafirkan seseorang, tetapi ada kategori muslim secara KTP dan kafir dalam kehidupan sehari-harinya. Misalnya, tidak mau menutup aurat, tidak sholat, tidak puasa, tidak zakat, tapi melaksanakan umrah, suka mengumbar paha di media elektronik maupun cetak, mereka mengatakan bahwa itu adalah seni.
Islam menghargai wanita dengan mengajarkan untuk menutup aurat. Mengapa wanita harus menutup aurat, agar mereka tidak diganggu dan mudah dikenal. ( QS. Al-Ahzab :59)

Hargailah diri kita dengan menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dengan baik, karena Allah SWT memuliakan kita dengan diturunkannya pedoman hidup manusia berupa Al-Qur'an. Jika kita ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, muliakanlah Al-Qur'an dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selasa, 09 April 2013

BUMI DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA


“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 3-5)

Ketika membaca berita di INILAH.COM. Tentang - NASA meluncurkan misi ringan biaya yang bertujuan mencari sejumlah planet baru, terutama yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Misi berburu planet yang berada di bawah program NASA Astrophysics Explorer ini dijadwalkan akan diluncurkan pada 2017.

NASA akan menggunakan TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) untuk melakukan semua survei di angkasa.
Satelit ini memungkinkan untuk dapat mengamati langit dengan cakupan 400 kali lebih luas dibanding yang dilakukan pada misi-misi sebelumnya. Nantinya, diharapkan misi ini dapat mengidentifikasi ribuan planet baru di sistem tata surya kita, dan akan memfokuskan untuk mencari planet yang berukuran mirip seperti Bumi.

Satelit TESS akan didukung oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan Google. Google disebut akan membantu pendanaan pengembangan dari wide-field digital camera yang digunakan oleh satelit ini, demikian yang dinukil dari 
SPACE.COM

Satelit TESS ini nantinya akan memindai exoplanet yang mengorbit di dekat sejumlah bintang dengan cahaya terang.
Satelit ini ternyata menggunakan teknik serupa seperti yang digunakan teleskop Kepler, namun dengan cakupan yang lebih luas. Kepler sebelumnya berhasil mengidentifikasi hingga 2.700 exoplanet hingga saat ini. Misi satelit ini menjadi bagian integral dari fokus utama NASA untuk menemukan planet baru yang memiliki kemiripan dengan dunia yang kita tinggali sekarang, dalam upaya untuk menemukan tanda-tanda dari organisme yang hidup di tempat lain yang ada di alam semesta ini.

Maka, kami pun berfikir berulang kali bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT di dunia ini untuk menjadi khalifah di muka bumi, seperti dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah (2) : 30-33
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Mereka berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui.”  Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman : “Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu, jika kamu ‘orang-orang’ yang benar.” Mereka berkata : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman : “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini !” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman : “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?”
 TAFSIR MUFRADAT
Khalifah berarti pengganti, yaitu pengganti dari jenis makhluk yang lain, atau  pengganti, dalam arti makhluk yang diberi wewenang oleh Allah agar  melaksanakan perintahNya di muka bumi. Tasbih berarti menyucikan Allah dengan meniadakan sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah. Taqdis, berarti menyucikan Allah dengan menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah. Al-Asma’ adalah bentuk jamak dari ism. Secara harfiah al-asma’ berarti ma bihi yu’lam al-syay’, yakni sesuatu (kata/lambang) yang dengannya diketahui sesuatu (benda/orang dan sebagainya). Al-inba’ berarti al-ikhbar, yaitu memberitakan atau mengabarkan sesuatu. Perkataan al-inba’ secara khusus dipergunakan dalam arti memberitakan sesuatu yang penting nilainya. Al-‘Alim berarti yang maha mengetahui segala sesuatu. Al-Hakim berarti yang maha bijaksana dalam segala perbuatan-Nya, yang tidak berbuat sesuatu kecuali di dalamnya terkandung hikmah yang besar nilainya. (Tafsir Al-Maraghi).
 TAFSIR IJMALI
Ayat tersebut di atas menjelaskan ketetapan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Yang dimaksud dengan khalifah ialah makhluk Allah yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan kehendak Allah dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya di muka bumi. Untuk menjalankan fungsi kekhalifahan itu Allah mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan manusia mempunyai kemampuan mengatur, menundukkan, dan memanfaatkan benda-benda ciptaan Allah di muka bumi sesuai dengan maksud diciptakannya.
Ketika Allah SWT menciptakan manusia untuk hidup di planet bumi, maka tidak ada planet-planet lain yang bisa dihuni oleh manusia, karena Allah SWT sudah membuat planet yang bernama bumi ini sesuai dengan kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya. Mulai dari komposisi udara, gaya gravitasinya, tanaman apa saja yang bisa tumbuh dibumi. Semua Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT semuanaya adalah makhluk hidup yang berada di bumi. Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menjelaskan dengan jelas bahwa manusia dan jin diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada Allah SWT. Manusia diciptakan untuk menjadi  pemimpin di muka bumi, ketika terjadi kerusakan di daratan dan lautan, maka itu semua karan ulah manusia. Pernahkah kita melihat bahwa kerusakan di muka bumi ini disebabakan oleh tumbuhan dan hewan?.  Dengan kemajuan tekhnologi di zaman modern ini, maka sangat banyak kerusakan-kerusakan dimuka bumi ini, karena kerakusan dan kesombongan manusia untuk memuaskan hawa nafsunya. Oleh karena itu, manusialah yang paling bertanggung jawab atas kerusakan yang ada di bumi. 

Kamis, 14 Maret 2013

AKHLAK TERHADAP ORANG TUA




Akhlak seorang Muslim merujuk pada dua sumber utama ajaran Islam. Sumber pertama diterangkan oleh Aisyah binti Abu Bakar ketika ditanya para sahabat tentang akhlak Rasulullah SAW.

Aisyah RA berujar, "Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an.” (HR. Ahmad).

Adapun sumber kedua adalah keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT di dalam firman-Nya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21).
Akhlak terhadap Sesama Manusia yang meliputi sasaran sebagai berikut.

a) Akhlak terhadap orang tua, seperti memelihara keridhaan orang tua. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Keridhaan Allah terhadap seseorang tergantung pada keridhaan kedua orang tuanya terhadapnya, dan kemurkaan Allah terhadapnya tergantung pada kemurkaan kedua orang tuanya terhadapnya.” (HR. At-Tirmizi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Berbakti kepada orang tua juga termasuk dalam akhlak seseorang kepada orang tuanya. Seperti menaati dan melayaninya. Berbakti kepada orang tua didahulukan atas berperang di jalan Allah SWT, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang menceritakan tentang kedatangan seorang lelaki kepada Nabi SAW guna meminta izin untuk berperang.

Nabi SAW bertanya, “
Apakah engkau mempunyai dua orang tua?” Lelaki itu menjawab, ”Ya.” Nabi SAW bersabda, “Maka berjihadlah dengan berbakti kepada mereka.” (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW memberi tuntunan bahwa berbakti kepada ibu didahulukan atas berbakti kepada ayah. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Kemudian memelihara etiket pergaulan dengan kedua orang tua, seperti merendahkan diri dan berkata lemah lembut kepada mereka serta tidak menyakiti mereka, baik dengan perbuatan maupun perkataan.

Dasar etiket ini ialah firman Allah SWT, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baik­nya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah. 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Luqman: 23-24).
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) :
“Al Birr adalah baiknya akhlaq”. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).
Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..
“Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.” (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)
Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al Isra’ : 24)
Yaitu: “Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun”. (Ad Darul Mantsur 5/259)
Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya :
“Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan).
(Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jil 6 hal 238).
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya:
Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir “Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali”. (Ghadzaul Al Baab 1/382).
Hukum Birrul Walidain
Para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih tentang ibarat-ibarat (contoh pengamalan) nya.
Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya.
“Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu). Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad: “Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram.” (Ghdzaul Al Baab 1/382)
Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali, diantaranya:
1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”.
(An Nisa’ : 36).
Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).
2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”.
(QS. Al Isra’: 23).
Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Berkata Asy Syaukaniy: “Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).
3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).
Berkata Ibnu Abbas mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua “Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu”, Berkata beliau. “Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu.”
(Al Kabaair milik Imam Adz Dzahabi hal 40).
Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) :
“Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).
4. Hadits Al Mughirah bin Syu’bah – mudah-mudahan Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda(artinya) :
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam S