Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

Bukan Salahmu


Kau terlalu berpegang teguh pada aturan yang bukan aturan Islam
Jika kau mengaku Islam,
Menikahlah dengan wanita lain selain aku
Pilihlah wanita terbaik untuk menumbuhkan benihmu
Pilihlah wanita lain yang lebih abik dari aku

Aku tak ingin menikah denganmu, karena hubungan darah yang terlalu dekat
Aku tak ingin menikah denganmu karena aku ingin memperlebar hubungan saudara dengan muslim lainnya

Apa aku salah, jika menolakmu untuk kau jadikan istrimu
Aku tau secara adat, aku bisa kau peristri
Tapi, aku tak mau

Karena aku terlalu tau watak dan peraturan-peraturan keluarga kita
Maka aku tidak ingin masuk ke dalamnya

Bukan salahmu
Jika kau terlanjur jatuh cinta kepadaku
Tapi, juga bukan salahku aku tak bias mencintaimu

Bukankah wanita manapun yang kau nikahi itu bias meneruskan keturunanmu
Aku sadar dan aku tau wanita adalah tempat untuk meneruskan keturunan
Jadi aku merasa tak khawatir untuk menolak pinanganmu
Kalau laki-laki bias menikah dengan wanita manapun
Mengapa wanita tidak bias dengan laki-laki manapun?
Kalau laki-laki boleh jatuh cinta kepada siapapun
Mengapa wanita tidak boleh?

Aku merasa kalian terlalu mengekang pikiranku
Apakah karena aku wanita, tidak boleh begini dan begitu?
Apa ada aturan di dalam Islam tentang wanita harus menikah dengan laki-laki yang berasal dari tanah kelahiran orang tua kita?
Apakah aturan itu hanya diberlakukan untuk wanita?
Apakah karena wanita hanyalah tempat menyalurkan benih dan mengembangkannya agar terlahir seorang bayi, sehingga aturan itu hanya dikhususkan wanita?

Diaman keadilan itu untukku?
Dimana?

Kita sama-sama manusia yang punya perasaan
Tapi mengapa kalian mendiskriminasikan aku?
Mengapa?

Aku terlalu sakit dan elah dengan aturan ini
Kalaupun aturan ini harus dijalankan
Mengapa Tuhan memberiku berkali-kali rasa jatuh cinta?
Apa salah dan dosaku hingga Kau menghukumku terlalu berat?
Aku terlalu lelah, lelah menghadapinya
Sepupu, sepupuku terus mengejarku dengan aturan-aturan keluarga yang konyol menurutku…
Seolah-olah mereka memaksaku untuk mau menerimanya
Mengapa semua ini harus terjadi padaku?Mengapa?

Sabtu, 25 April 2009

Bukan Salahmu

Kau terlalu berpegang teguh pada aturan yang bukan aturan Islam
Jika kau mengaku Islam,
Menikahlah dengan wanita lain selain aku
Pilihlah wanita terbaik untuk menumbuhkan benihmu
Pilihlah wanita lain yang lebih abik dari aku

Aku tak ingin menikah denganmu, karena hubungan darah yang terlalu dekat
Aku tak ingin menikah denganmu karena aku ingin memperlebar hubungan saudara dengan muslim lainnya

Apa aku salah, jika menolakmu untuk kau jadikan istrimu
Aku tau secara adat, aku bisa kau peristri
Tapi, aku tak mau

Karena aku terlalu tau watak dan peraturan-peraturan keluarga kita
Maka aku tidak ingin masuk ke dalamnya

Bukan salahmu
Jika kau terlanjur jatuh cinta kepadaku
Tapi, juga bukan salahku aku tak bias mencintaimu

Bukankah wanita manapun yang kau nikahi itu bias meneruskan keturunanmu
Aku sadar dan aku tau wanita adalah tempat untuk meneruskan keturunan
Jadi aku merasa tak khawatir untuk menolak pinanganmu
Kalau laki-laki bias menikah dengan wanita manapun
Mengapa wanita tidak bias dengan laki-laki manapun?
Kalau laki-laki boleh jatuh cinta kepada siapapun
Mengapa wanita tidak boleh?

Aku merasa kalian terlalu mengekang pikiranku
Apakah karena aku wanita, tidak boleh begini dan begitu?
Apa ada aturan di dalam Islam tentang wanita harus menikah dengan laki-laki yang berasal dari tanah kelahiran orang tua kita?
Apakah aturan itu hanya diberlakukan untuk wanita?
Apakah karena wanita hanyalah tempat menyalurkan benih dan mengembangkannya agar terlahir seorang bayi, sehingga aturan itu hanya dikhususkan wanita?

Diaman keadilan itu untukku?
Dimana?

Kita sama-sama manusia yang punya perasaan
Tapi mengapa kalian mendiskriminasikan aku?
Mengapa?

Aku terlalu sakit dan elah dengan aturan ini
Kalaupun aturan ini harus dijalankan
Mengapa Tuhan memberiku berkali-kali rasa jatuh cinta?
Apa salah dan dosaku hingga Kau menghukumku terlalu berat?
Aku terlalu lelah, lelah menghadapinya
Sepupu, sepupuku terus mengejarku dengan aturan-aturan keluarga yang konyol menurutku…
Seolah-olah mereka memaksaku untuk mau menerimanya
Mengapa semua ini harus terjadi padaku?Mengapa?

Kehidupanku

Saat hidup ini terasa pahit bagimu
Kau akan menangisinya

Saat hidup ini penuh kebahagiaan
Kau akan tersenyum bahagia

Tapi, tidak dalam kehiduapnku
Sedih dan bahagia melebur menjadi satu

Ada kalanya ku bersedih tapi bahagia
Ada kalanya ku bahagia tapi bersedih

Hari-hari kulalui dengan mencoba tuk selalu tersenyum, walau pahit terasa
Tapi, hanya itulah yang bisa kulakukan
Agar ku bisa bertahan hidup

Ku coba lepaskan semua deritaku dengan berdiam diri
Tapi ia malah menjadi boomerang bagiku

Hidup ini memamng sekali,
Tidak untuk mencari bahagia, tapi mencari penderitaan

Penderitaan satu selesai, penderitaan lainnya datang
Aku tau hidup ini untuk mengabdi pada Sang Pencipta
Karenanya aku tidak ingin membuat diriku berlumur dosa
Tapi, apalah daya, dosa terus menghampiriku,
Hingga ku putus asa beribadah pada-Nya

Aku bingung harus tersenyumkah diri ini
Aku bingung harus bersedihkah diri ini

Dosa membuat hatiku terasa berat untuk bernafas
Dosa membutaku hilang harapan menjalankan hidup

Aku yakin, aku masih punya Tuhan Yang Maha Pemaaf,
Tapi, aku masih takut dengan murka-Nya

Kata Orang

Kata orang jatuh cinta berjuta rasanya
Tapi tidak untuk aku

Jatuh cinta membuatku terkekang
Jatuh cinta membuatku benci

Jatuh cinta membuatku tidak bebas
Jatuh cinta membuatku tidak nyaman

Jatuh cinta membuatku tidak senang
Jatuh cinta membuatku tidak bahagia

Jatuh cinta membuatku terpuruk
Jatuh cinta membuatku sakit

Jatuh cinta membuatku gelap
Jatuh cinta membuatku stess

Karena aku salah jatuh cinta
Karena aku salah sasaran
Karena aku salah orang
Karena aku terkekang dengan aturan perjodohan

Mengapa, tidak ada satupun orang yang mau mengerti tentang perasaanku
Mereka semua egois

Hanya mementingkan kebahagiannya sendiri
Mereka menginginkanku bahagia

Tapi…
Mereka tak tau kebahagiannku
Mereka melemparkanku pada penderitaan

Oh Tuhan….
Tolonglah HambaMu ini
Berikanlah keputusan yang terbaik untukku dan keluargaku
Amien…

Jangan Aku

Kau berhak mengencani siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak merayu siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak memuja siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak menduakan, mentiagakan siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak memukul siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak menyakiti siapapun
Tapi jangan aku

Kau berhak bertindak egois kepada siapapun
Tapi jangan aku

Karena aku hanya menginginkan seseorang yang mau menghormati aku apa adanya

Aku bukanlah kau
Kau bukanlah aku

Aku bukanlah mereka
Mereka bukanlah aku

Jangan samakan aku dengan siapapun

Aku tetaplah aku, bukan siapa-siapa
Aku hanya ingin yang terbaik untuk diriku sendiri

MUNGKIN

Mungkin sudah takdir,
wanita selalu dijadikan pajangan etalase,
dinikmati ketika pembeli menginginkannya.
Menjadi barang yang indah
Menjadi benda yang dapat menghilangkan kepenatan, selalu di pandang

Tapi,..
Aku terlalu benci dengan kelakuan mereka
Mereka selalu menikmati indahnya wajahku
Membuat tubuhku sulit bergerak
Membuatku sulit berapresiasi

Ketika mereka telah puas, maka mereka akan pergi begitu saja
Apakah aku diciptakan hanya untuk memuaskan nafsu mereka?
Ini tidak adil rasanya…
Terkadang aku membenci mereka yang selalu memeprmainkanku
Ingin kuteriak, agar beban pikiranku berkurang

Tapi, hidup terus berjalan
Sambil menunggu kematian, mereka masih mempermainkanku
Jangan salahkan aku..
Jika aku membenci kaummu….