Senin, 17 Desember 2012

SUARA ISLAM Online - Keluarga Bahagia dan Sejahtera dengan Syariat Islam

SUARA ISLAM Online - Keluarga Bahagia dan Sejahtera dengan Syariat Islam

Sudahkah Keluarga Indonesia Bahagia dan Sejahtera ?


Tanggal 29 Juni  tahun ini, Indonesia kembali memperingati Hari Keluarga. Peringatan ini menjadi moment pemerintah untuk kembali menggalakan dan meneguhkan komitmen berbagai pihak dalam menyukseskan kebijakan pemerintah –dalam hal ini BKKBN—untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga Indonesia. Sebagaimana tercermin dalam tema Hari Keluarga tahun ini ‘Keluarga Bahagia dan Sejahtera, Keluarga Tangguh dan Mandiri’

Momen Hari Keluarga ini kita mari gunakan untuk melihat lebih dekat kondisi keluarga di Indonesia. Sekaligus mencari solusi terbaik bagi terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga di Indonesia.
Pertanyaannya, sudahkah Keluarga Indonesia bahagia dan sejahtera? Sudahkah Keluarga Indonesia menjadi keluarga yang tangguh dan mandiri?
Keluarga Indonesia  masih banyak berada dalam kemiskinan dan ketidaksejahteraan. Menurut pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2012 oleh Bappenas, sebanyak 74 juta jiwa terdiri dari 30 juta penduduk hampir miskin, 30 juta penduduk miskin, dan 14 juta jiwa sangat miskin (detik.com, 23/04/2012).Menyoal keluarga bahagia dan tangguh, kita bisa mengukur dari tingkat perceraian. Menurut data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) yang disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Badilag, tahun 2009 lalu, perkara perceraian yang diputus Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah mencapai 223.371 perkara. Namun demikian, selama sembilan tahun terakhir, tiap tahun rata-rata terdapat 161.656 perceraian. (www.badilag.com,19/5/2012)
Selain itu, Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berdasar pada data Kepolisian terdapat  143.586 kasus. Pada 2010 berjumlah 105.103 kasus. Memasuki 2011, kasus yang ada sebanyak 119.107 (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, www.republika.co.id, 29/06/ 2012)
Belum lagi jika melihat dari berbagai kasus yang menimpa keluarga Indonesia. Komnas Pendidikan Anak menyatakan sebanyak 62,7 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Sementara data dari BKKBN menyatakan sebanyak 51 persen remaja pernah melakukan seks bebas. Menurut data dari BNN dari tahun 2003 sampai 2010 terjadi kenaikan transaksi narkoba sebanyak 300 persen (di kalangan remaja) (ideguenews.blogspot.com/2012)
Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Mengingat, Keluarga adalah institusi terkecil yang berkontribusi untuk kemajuan suatu negara. Jika Instutusi keluarga miskin, rusak, maka bayangkan bagaimana kondisi negaranya.
Tentu, semua kondisi di atas memiliki penyebabnya.
Pertama, terdapat upaya menjauhkan nilai-nilai agama dari kehidupan keluarga. Seperti memahamkan paham kebebasan, pluralisme, hedonisme, singgle parent, dll. Akibatnya, keluarga menjadi rapuh dari nilai iman dan takwa. Standar aktivitasnya bukan lagi standar benar salah menurut agama, tapi menurut hawa nafsu.
Kedua, menjadikan banyaknya materi sebagai standar kebahagiaan. Bagaimana saat ini orientasi Keluarga diarahkan hanya untuk materi. Orang tua sibuk mencari materi, sementara anak-anak terabaikan. Atau bahkan terjadi disfungsi peran suami Istri dalam keluarga, dimana istri malah berfungsi sebagai kepala keluarga karena istri yang mencari nafkah.
Ketiga, terjadi pemiskinan secara structural. Lapangan kerja sulit, apalagi untuk laki-laki, pelayanan kebutuhan pokok mahal, pelayanan fasilitas public pun sangat sulit. Negara tidak mampu mensejahterakan rakyatnya, karena SDA habis diberikan kepada asing, dan uang negara pun habis untuk membayar utang kepada negara lain.
Itulah buah racun dari pohon sistem kapitalisme sekularisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan dunia. Nilai-nilai agama dicampakan, diganti dengan aturan-aturan manusia yang egois dan merusak.

Padahal Allah SWT  telah memberikan seperangkat aturan yang lengkap untuk digunakan manusia  untuk seluruh aspek kehidupannya.  Islam telah memberikan gambaran yang paling indah mengenai keluarga yang bahagia. Dalam islam, Keluarga dibangun sesuai tujuan yang telah ditetapkan oleh syariat, yakni dalam rangka beribadah kepada Allah, menjaga kehormatan, melahirkan keturunan, dan mempererat silaturahmi.

Hakikat kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dalam Islam bukanlah pada banyaknya materi, melainkan pada sejauh mana keluarga tersebut senantiasa terjaga dalam iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Islam pun telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga dengan adil agar tercipta keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman dan takwa dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, yang pemimpin kelurganya, dan yang wajib memberikan nafkah pada anak dan istrinya. Sementara Istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Anak pun bertugas untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).

Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Itulah buah racun dari pohon sistem kapitalisme sekularisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan dunia. Nilai-nilai agama dicampakan, diganti dengan aturan-aturan manusia yang egois dan merusak.
Padahal Allah SWT  telah memberikan seperangkat aturan yang lengkap untuk digunakan manusia  untuk seluruh aspek kehidupannya.  Islam telah memberikan gambaran yang paling indah mengenai keluarga yang bahagia. Dalam islam, Keluarga dibangun sesuai tujuan yang telah ditetapkan oleh syariat, yakni dalam rangka beribadah kepada Allah, menjaga kehormatan, melahirkan keturunan, dan mempererat silaturahmi.

Hakikat kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dalam Islam bukanlah pada banyaknya materi, melainkan pada sejauh mana keluarga tersebut senantiasa terjaga dalam iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Islam pun telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga dengan adil agar tercipta keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman dan takwa dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, yang pemimpin kelurganya, dan yang wajib memberikan nafkah pada anak dan istrinya. Sementara Istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Anak pun bertugas untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).

Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Padahal Allah SWT  telah memberikan seperangkat aturan yang lengkap untuk digunakan manusia  untuk seluruh aspek kehidupannya.  Islam telah memberikan gambaran yang paling indah mengenai keluarga yang bahagia. Dalam islam, Keluarga dibangun sesuai tujuan yang telah ditetapkan oleh syariat, yakni dalam rangka beribadah kepada Allah, menjaga kehormatan, melahirkan keturunan, dan mempererat silaturahmi.
Hakikat kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dalam Islam bukanlah pada banyaknya materi, melainkan pada sejauh mana keluarga tersebut senantiasa terjaga dalam iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Islam pun telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga dengan adil agar tercipta keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman dan takwa dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, yang pemimpin kelurganya, dan yang wajib memberikan nafkah pada anak dan istrinya. Sementara Istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Anak pun bertugas untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).

Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Hakikat kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dalam Islam bukanlah pada banyaknya materi, melainkan pada sejauh mana keluarga tersebut senantiasa terjaga dalam iman dan Taqwa kepada Allah SWT.
Islam pun telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga dengan adil agar tercipta keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman dan takwa dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, yang pemimpin kelurganya, dan yang wajib memberikan nafkah pada anak dan istrinya. Sementara Istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Anak pun bertugas untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).

Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Islam pun telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga dengan adil agar tercipta keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman dan takwa dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, yang pemimpin kelurganya, dan yang wajib memberikan nafkah pada anak dan istrinya. Sementara Istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Anak pun bertugas untuk berbuat baik kepada orang tuanya.
Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).

Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Tentu, gambaran indah ini tak mungkin terwujud, jika tidak ada peran negara. Negara yang dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan, adalah negara yang menerapkan syariat islam dengan sempurna. Dengan Syariat Islam, Negara akan menjamin terpenuhinya kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara: Negara berkewajiban menyediakan Pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas, sehingga akan menghasilkan SDM keluarga yang sholeh dan tangguh. Negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi kepala keluarga untuk mencari nafkah. Negara  akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga (dari baitul mal) dan memberi kesempatan keluarga untuk meraih kebutuhan sekunder dan tersiernya (sejahtera).
Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.

Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Negara  pun akan bertindak tegas menghapus semua media dan penyebaran ide-ide yang bertentangan dengan nilai berkeluarga.
Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Maka, inilah saatnya, kita menyamakan langkah. Untuk berjuang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, melahirkan keturunan yang shaleh dan mandiri, sekalipun perjuangan terasa berat, tapi buahnya manis di dunia dan membahagiakan di akhirat.
Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Dan yang paling penting, mari semua elemen umat islam sama-sama berjuang dengan segenap potensi SDM dan potensi yang dimiliki untuk mencampakan sistem sekuler dengan menerapkan syari’ah sehingga akan terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Keempat, Solusi yang keliru dan membawa masalah. Contohnya, untuk mengatasi penularan HIV AIDS dan aborsi, pemerintah melalui Menkes yang baru, mencanangkan Program Kondomisasi. Alih-alih akan mengatasi, justru akan semakin maraknya seks bebas dan kasus aborsi, karena kebijakan itu artinya sama dengan melegalkan seks bebas asal aman. 
Sumber : www.suara-islam.com

Selasa, 11 Desember 2012

Pewarna Alami


Manusia di dunia ini membutuhkan makan dan minum, akan tetapi makanan dan minuman yang bagaimana yang bisa menyehatkan tubuh kita. Dalam Islam, kita dianjurkan makan makanan yang halal dan thayyib (baik). Halal dalam hal mendapatkannya dan thayyib dalam hal zatnya. Suatu makanan dikatakan thayyib bila makanan itu tidak menimbulkan bahaya pada tubuh kita. Saat ini banyak makanan yang warnanya menarik dan menggugah selera, tetapi belum tentu thayyib bagi tubuh kita. Oleh karena itu, marilah kita kembali pada alam agar tubuh kita bisa menerimanya dan bisa dicerna dengan mudah oleh tubuh kita,salah satunya dengan menggunakan pewarna alami pada makanan kita. Warna alami dapat diperoleh dari mana saja. Mari kita lihat keterangan di bawah ini:

Cokelat tua

Untuk menghasilkan warna ini, Anda bisa memanggang kayu manis, cengkeh, dan lada hitam dalam panci selama 5 sampai 6 menit di atas suhu api sedang. Haluskan semua bumbu dapur ini lalu berikan pada menu masakan yang Anda buat.

Kalau ingin menambahkan warna cokelat untuk kembang gula, cukup beri gula, susu, dan jus akar bit. Aduk di atas api kecil selama 2-3 menit, maka akan didapat pewarna cokelat untuk hidangan manis.

Warna cokelat juga bisa didapat dari gula. Cara membuat warna cokelta dari gula adalah sebagai berikut: gula kita masukkan dalam wajan atau panic, kemudian kita panggang diatas api kecil, agar tidak gosong kita aduk-aduk , setelah meleleh dan berubah warna menjadi cokelat , api kita matikan. Warna coketal dari gula siap digunakan untuk membuat pewarna minuman ataupun makanan.
Gula merah dapat juga digunakan sebagai pewarna coklat untuk makanan dan minuman yang akan kita konsumsi.

Merah

Warna Merah untuk makanan dapat diperoleh dari  kayu Secang.  Secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian batangnya. Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering direbus dengan air dan disaring, baru dicampurkan ke dalam adonan atau bahan yang akan diwarnai. Secang memberikan warna merah. Kayu secang dapat diperoleh di toko yang menjual jamu tradisional.

Warna merah angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah sintetis. Saat ini angkak digunakan pada berbagai produk makanan seperti pada pembuatan anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging seperti sosis. Angkak digunakan dengan cara diseduh air panas, air seduhan pertama dibuang karena rasanya pahit. Baru pada seduhan ketiga disaring, lalu haluskan. Pewarna merah juga dapat diperoleh dari kulit bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan cara diseduh air panas terlebih dahulu sebelum digunakan, atau diperoleh dari bit yang direbus lalu diambil airnya, atau diblender bitnya.

Pewarna makanan merah paling dicari dan disukai. Cara termudah untuk mendapatkan warna merah alami untuk makanan adalah lewat jus akar bit. Bubuk cabe ataupun tomat juga bisa memberikan warna merah pada menu kari.

Hijau

Daun suji biasa dipakai sebagai pemberi warna hijau pada makanan. Karena keindahan bentuk daunnya, tanaman ini seringkali digunakan sebagai tanaman hias. Agar lebih sempurna, daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan sehingga selain memberi warna sekaligus juga memberi aroma harum pada makanan, kue dan minuman Anda. Cara membuatnya: iris halus daun suji dan daun pandan, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender, peras, dan saring, lalu tambahkan air kapur sirih sebagai pengawetnya. Masukkan ke dalam botol tertutup, lalu simpan di lemari es.

Untuk menghasilkan warna hijau, kita dapat juga menggunakan daun bayam, sawi atau buah alpukat. Kedua bahan makanan segar ini akan menambahkan warna hijau muda untuk makanan Anda.

Kuning

Kunyit menghasilkan warna kuning emas untuk makanan, saffron juga menambahkan aroma dan warna menggoda. Gunakan sedikit saja, pewarna makanan ini pun siap mengubah rasa makanan Anda.

Warna Kuning juga bisa di dapat dari Jagung. Ketika kita membuat dadar jagung, warna kuning mendominasi pada makanan ini. Jagung ini  bisa member warna kuning yang indah pada pudding. Caranya adalah, jagung manis yang udah di pisahkan dari batangnya,kita blender, kemudian kita saring dan kita campur dengan agar-agar berwarna putih.kemudian kita masak sampai matang dan siap dihidangkan saat dingin.

Oranye

Wortel adalah sumber terbaik untuk menghasilkan warna oranye. Wortel tidak manis sehingga tidak perlu khawatir mengenai rasa yang berubah setelah diberikan sayuran ini. Ada pula pilihan kulit jeruk yang sudah dihancurkan.


Merah Muda

Raspberry dan jus stroberi menambahkan sedikit warna pink untuk masakan. Dan bagian terbaiknya,

Biru

Bunga telang berwarna biru keunguan yang banyak tumbuh di Asia. Warna biru keunguannya dapat digunakan sebagai pewarna alami biru pada penganan. 
Cara menggunakan: cuci bersih bunga telang, remas-remas atau tumbuk dengan sedikit air matang, lalu saring. Bisa juga dengan merebus bunga talang hingga bunga layu dan airnya berwarna biru, kemudian saring dan diambil airnya. Alternatif lain bisa juga dengan cara merendam bunga telang dengan air panas hingga airnya berwarna biru, remas-remas, saring, dan ambil airnya. Untuk menyimpan dalam waktu lama, bunga telang bisa dikeringkan dengan cara dijemur di sinar matahari, lalu masukkan ke dalam kemasan yang kering dan tertutup.

Murbei yang sudah berwarna hitam, jika direbus dan ditambahkan gula akan berwarna hitam kemerah-merahan sedikit menjurus berwarna ungu. Minuman ini sanagt cantik,jika dihidangkan di gelas dan menyehatkan untuk minuman keluarga.

Blueberri dapat diproses atau dihaluskan untuk mendapatkan warna biru dan ungu. Unsur-unsur bahan makanan alami di dalamnya bekerja dengan sangat baik dan aman dikonsumsi. 

Hitam

Kita sering mendapati makanan yang berwarna hitam di acara-acara pernikahan, yaitu Rawon. Rawon merupakan makanan yang berwarna hitam. Warna hitam ini di dapat dari bumbu masak yang biasa disebut Kluwek.  Untuk hidangan atau kue yang berwarna hitam dapat digunakan abu merang yang dibuat dari merang yang dibakar,lalu diayak. Atau bisa juga kluwak kwalitas baik dipecahkan, lalu diambil daging buahnya untuk kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu lainnya, atau dari tinta cumi yang dilarutkan dengan air.
Nah, sekarang kita tinggal pilih makanan yang bagaimana untuk keluarga kita? Makanan yang halal dan thayyib atau halal tetapi tidak thayyib?
Fatimah A (dari berbagai sumber).

Selasa, 27 November 2012

Aku dan Allah SWT

Pagi hari yang menyenangkan, hari ini adalah hari Rabu tanggal 28 November 2012. Bukan berarti hari kemarin tidak menyenangkan. Hari ini, Matahari bersinar begitu terang, tanpa ditutupi oleh awan yang berwarna hitam, langit sungguh terlihat biru yang memancarkan kesemangatan.

Bukan berarti, langit yang berwarna gelap dan matahari tidak terlihat sinarnya karena tertutup oleh awan gelap adalah hari yang tidak menyenangkan. Namun, perasaan yang timbul disaat terang dan gelap karena awan adalah berbeda ketika menyambut pagi.

Akan tetapi, aku bersyukur di pagi hari yang terang ataupun pagi hari yang gelap karena tertutup awan. Allah SWT masih memberikan nikmat-Nya yang begitu besar kepada kita. Alat indra yang lengkap dan masih berfungsi dengan baik.

Ketika panca indra masih berfungsi dengan baik, kita bisa melakukan sholat rawatib, sholat sunnah rawatib dengan baik, melakukan sholat tahajud dan sholat dhuha yang sering tertinggal. Semua kegiatan ibadah ini sangatlah menyenangkan bagiku. membuat hati gembira, terasa hidup serasa mengalir bagaikan air walaupun cobaan datang silih berganti.

Pada kenyataannya adalah mengapa banyak orang yang enggan melakukan sholat yang begitu menyenangkan bagiku. Sholat adalah salah satu bentuk syukur kita kepda Allah SWT, karena berkat rahman dan rahimnya kita bisa hidup sehat, bisa berlalu lalang kemana aja kita suka. mengapa masih banyak orang yang ingkar dengan ke-Agungan Allah.

Dan aku mulai tau, mengapa Nabi Muhammad SAW, kalau melakukan sholat tahajudnya sampai kakinya bengkak dan menangis begitu tersedu-sedu dihadapan Allah SWT, karena Allah SWT telah memberikan segalanya untuk kita sebagai manusia. Allah SWT begitu Maha Indah, Maha segalanya dan tidak pantas untuk disalahkan atas nasib hidup kita.

Di sujud malamku, aku juga mulai tersadar bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada satupun yang bisa menyamai-Nya. Buktinya adalah Mulai dari segi bahasa, bentuk tubuh, bentuk rambut, gaya pakaian yang tersebar diseluruh dunia sangat beragam. Siapa yang bisa membuat ini semua, kecuali Allah SWT.

Dan benar, jika Ilmu Allah SWT adalah seluas langit dan bumi, jika ditulis dengan tinta tidak akan pernah habis. bagaikan air laut yang digunakan untuk menulis, maka tidaklah cukup untuk menuliskannya. Salah satu buktinya adalah Dokter umum tidak bisa memeriksa penyakit pasien secara mendetail disaat kita sakit mata, jika belum sembuh pasti akan diarahkan pada dokter spesialis mata. Bengkel Servis sepeda motor  tidak sama dengan Bengkel Servis Mobil. Hal ini menunjukkan bahwa ilmunya sudah berbeda. Masih banyak contoh lagi, jika kita mau merenungkannya.

Minggu, 25 November 2012

NASEHAT ORANG TUA KEPADA ANAKNYA
( Nasehat Lukman Kepada Anaknya )



[31:12] Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

 [31:13] Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".


 [31:14] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

[31:15] Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 [31:16] (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 [31:17] Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

 [31:18] Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

 [31:19] Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

  QS. Lukman ( 31 ) ayat : 12-19


Manusia Yang AKan Mewarisi Surga Firdaus


[23:1] Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

 [23:2] (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya,


 [23:3] dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,


 [23:4] dan orang-orang yang menunaikan zakat,

 [23:5] dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

 [23:6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

 [23:7] Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.


 [23:8] Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

 [23:9] dan orang-orang yang memelihara shalatnya.


 [23:10] Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

[23:11] (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

 QS. Al-Mu'minun (23) Ayat 1-11

PROSES PENCIPTAAN  MANUSIA

 [23:12] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.


 [23:13] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).


 [23:14] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.


 [23:15] Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

 [23:16] Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.


 [Q.S Al-Mu'minun (23) ayat 12-16]